Thursday, May 28, 2015

Pantau Tol Bandara Bisa dari Ponsel

Jakarta - Di kota-kota besar. macet menjadi momok yang menyebalkan. Untungnya, berkat kecanggihan teknologi, kita dapat memantau kondisi jalan dari genggaman. Alhasil, memudahkan dalam mencari jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan.



Sayangnya aplikasi pemantau jalan, seperti Waze atau Google Maps, hanya maksimal digunakan di Jakarta. Sementara di kota lain masih kurang akurat. Berkaca dari hal tersebut, pengelola jalan tol di kota Makassar, PT Marga Utama Nusantara, berinisiatif membuat suatu solusi pemantau jalan lalu lintas secara real time.

Mereka pun mengandeng pihak Fujitsu Indonesia dalam membangun solusi tersebut. Vendor teknologi asal Negeri Sakura ini kemudian mengaplikasikan Toll Road Information System yang merupakan bagian dari solusi Social Infrastricture. 

Pada prosesnya, semua data yang terkait akan dikumpulkan dan kemudian diolah menjadi informasi baru berupa kondisi lalu lintas dan waktu yang dibutuhkan untuk melintas. Informasi tersebut kemudian ditampilkan dalam peta rute dan selanjutnya diteruskan ke pada pengguna jalan tol. 

"Pengguna pun, kalo terjadi sesuatu seperti mogok atau melihat kecelakaan, dapat melaporkan langsung lewat aplikasi di ponselnya. Sehingga mereka ataupun korban kecelakaan dapat memperoleh bantuan secara langsung dan cepat dari operator tol," terang Made Sudharma, Country Head Application Services Fujitsu Indonesia di Bandung.

Setelah beberapa bulan berjalan, PT Marga Utama Nusantara berencana akan mengaplikasikan Toll Road Information System ini di jalan tol yang mereka operasikan. Fujitsu sendiri kini tengah mengaplikasikan Social Infrastricture Solusion di Jakarta. Solusi yang dihadirkan berupa Fleet Management and Passenger Information System pada Transjakarta.

Solusi ini dapat memperdiksi waktu tiba dan jeda antara bus. Sayanganya sejalan waktu, solusi tersebut kerap ditemukan tidak berjalan baik. Menanggapi hal tersbut, Achmad S Sofwan, Managing Director Fujitsu Indonesia mengatakan hal tersebut kadang terkait kordinasi dan sumber daya.

"Handover belum sempurna dari Dishub ke BLU Transjakarta. Selain itu, Fujitsu hanya menangani koridor 4,5,6,dan 8. Jadi perlu koordinasi dengan vendor lain agar dapat berjalan lebih baik," kata Achmad. 

Sumber: Detik.com
Back To Top